Kasus per kasus

Berangkat dari ilmu padi yang katanya semakin berisi semakin menunduk telah memberikan gambaran bahwasanya begitu lemahnya ilmu yang kita miliki, permasalahan yang timbul belum tentu dapat diselesaikan dalam sesaat terlebih lagi jika kita tidak memiliki dasar teori dan pengalaman serupa.

Entah benar atau tidak, akan tetapi Saya meyakini bahwasanya betapa pintarnya seseorang pasti memiliki keterbatasan baik dari sisi daya ingat, waktu, kesempatan (pengalaman) dan lain sebagainya. Kompleksitas masalah yang timbul seringkali muncul diluar materi yang telah kita kuasai dan disinilah kesempatan kita untuk terus menggali, gali dan menggali ilmu lebih dalam untuk bisa memberikan pendekatan solusi (approach) terhadap masalah tersebut, kenapa disebut pendekatan karena hasil dari analisa teori belum tentu exact sama persis dengan apa yang terjadi dilapangan.

“2:255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Keterbatasan waktu dan bervariasinya masalah yang timbul saat ini menjadi suatu kendala untuk bisa dan harus menguasai semua materi (ilmu), selama perjalanan hidupku ini selalu berharap dan berdo’a supaya masalah yang timbul adalah sesuatu yang telah kupelajari sesuai dengan petikan ayat diatas bahwasanya Allah-lah yang mengetahui apa yg akan terjadi, segala kelemahan dan kekurangan yang ada menjadikan suatu ketergantungan bahwasanya Aku kan selalu membutuhkan pertolongan Allah.

Uraian tersebut diatas menjadi alasan untuk kedepannya blog ini Insya Allah akan berbagi ilmu sesuai dengan bahasan materi “kasus per kasus”, mudah-mudahan bermanfaat seperti petikan hadits shahih dibawah ini:

“Apabila seorang manusia meninggal dunia maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal, shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, anak shaleh yang berdo’a kepadanya.” (Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad; dan diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasai dari Abu Hurairah r.a., ibid., 793)

Tentang demaryog

Seseorang yang lemah hingga tak bisa luput tuk selalu meminta pertolongan Allah SWT
Pos ini dipublikasikan di Kasus per kasus. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s